Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung

Ikan Sidat merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang terus mengalami peningkatan permintaan pasar dunia dari waktu ke waktu. Ikan Sidat biasa diekspor antar benua menuju Eropa, Asia dan Amerika. Permintaan akan Ikan Sidat memang tinggi karena ikan ini mengandung vitamin A yang lebih tinggi daripada sarden dan babi. Di Indonesia habitat Ikan Sidat tersebar dari sepanjang pantai barat Sumatra, pesisir selatan Jawa,Bali, NTT, NTB, pantai timur Kalimantan, perairan Maluku, Sulawesi dan Papua. Dengan tingginya permintaan pasar, serta didukung fakta bahwa Indonesia merupakan lumbung larva akan sidat maka akan menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu perlu dibuat analisa keuntungan budidaya Sidat.

Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung


Sebelum dilakukan analisa alangkah baiknya kita bahas terlebih dulu tentang tata cara dan tips dalam budidaya Ikan Sidat agar mendapatkan keuntungan yang luar biasa.

1. Tahap Pendederan Pertama
Pada tahap ini dilakukan pengenalan benih-benih Ikan Sidat agar bisa beradaptasi dengan mudah dengan kolam dan pakan. Nantinya pemeliharaan dalam tahap ini bertujuan untuk membesarkan glass eel sampai berukuran elver. Kemudian setelah selesai melewati tahap pendederan pertama, benih ukuran elver bisa dilanjutkan pendederan tahap 2.

Biasanya glass eel yang sering dipelihara ada 2 jenis, yaitu A.bicolor dan A.marmorata. A.bicolor sering ditemukan pada pantai selatan Pulau Jawa, sedangkan untuk jenis A.marmorata bisa diperoleh di daerah Poso Sulteng dan Tatelu. Ukuran benih Ikan Sidat yang siap ditebar di kolam adalah berukuran 0,17 per ekor. Sedangkan per liter air idealnya untuk memelihara 6 ekor Ikan Sidat.

Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung

Bibit Ikan Sidat sebaiknya langsung disebar setelah tiba di lokasi pemeliharaan agar nantinya benih tidak mengalami terlalu banyak stress atau tekanan. Selain itu sebelum ditebar glass eel harus diaklimatisasi dengan menempatkan platik packing agar tetap mengapung di atas kolam pemeliharaan.

2. Tahap Pendederan 2
Pada tahap ini dilakukan proses membesarkan Ikan Sidat untuk menghasilkan ukuran sidat fingerling, yaitu per ekor memiliki berat 10 gram. Ikan Sidat yang telah mencapai berat minimal 10 gram bisa diproses untuk pembesaran selanjutnya.

Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung

3. Tahap Pembesaran
Pada tahap pembesaran berisi proses pembesaran berat Ikan Sidat sampai berukuran 2 kilo per ekor. Ukuran ini merupakan ukuran minimal Ikan Sidat siap dikonsumsi dan dijual.

Estimasi waktu panen Ikan Sidat adalah sekitar 5 bulan sejak benih ditebar di kolam pemeliharaan, ini juga tergantung dari ukuran benih yang ditebar. Sebagai permisalan, jika ukuran benih yang ditebar adalah seberat 200 gram maka untuk menjadi 500 gram membutuhkan waktu 5 bulan.

Masih berlanjut mengenai rangkaian hitungan estimasi analisa keuntungan budidaya Sidat, wawasan perihal jenis kolam pemeliharaan Ikan Sidat pun tentunya harus diperhatikan seksama. Berikut ada 2 tipe opsi kolam yang pastinya memiliki proses pengolahan berbeda-beda. Yakni jenis kolam beton dan kolam terpal dengan proses persiapan dan pengelolaanya yang masing-masingnya adalah sebagai berikut :

1. Kolam Beton
  • Pengeringan.

Proses pengeringan bertujuan untuk membersihkan dan membebaskan kolam dari sisa-sisa budidaya sebelumnya. Karena sisa budidaya daya sebelumnya akan meninggalkan bibit penyakit yang akan menghambat proses budidaya Ikan Sidat. Dengan mengeringkan kolam berarti bibit-bibit penyakit juga telah dimusnahkan.
  • Pengapuran
Pengapuran dapat dilakukan dengan menggunakan kapur Dolomit atau Zeolit dengan dosis 60 gram tiap meter persegi. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kadar keasaman tanah di dasar kolam juga sekaligus membasmi bibit penyakit.
·        Perlakuan TON
TON bertujuan untuk membasmi dan menetralkan berbagai macam racun berbahaya akibat dari bahan organik yang membusuk sisa dari budidaya Ikan Sidat sebelumnya. Dosisnya adalah 5 botol TON per hektar tanah.
  • Memasukkan Air
Setelah kolam kering dan steril dari berbagai macam racun berbahaya sisa dari budidaya sebelumnya baru bisa dimasukkan air. Pertama air dimasukkan setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari. Hal ini agar plankton mempunyai waktu untuk tumbuh dan menjadi makanan alami Ikan Sidat.

2. Kolam Terpal
Penggunaan kolam jenis ini bertujuan untuk menghemat lahan. Akan tetapi dengan lahan yang mini pun anda akan tetap bisa memaksimalkan produksi ikan sidat. Ukuran kolam terpal harus berukuran ideal agar proses budidaya mendatangkan keuntungan yang maksimal. Spesifikasi kolam tersebut adalah sebagai berikut :
  • Kedalaman air 40 cm
  • Ukuran terpal 2 x 7 x 0,7
  • Menggunakan pompa air untuk sistem sirkulasi
  • Menambahkan oksigen dengan pompa udara sebanyak 12 lubang
  • Meskipun kecil, kolam terpal mempunyai berbagai kelebihan untuk budidaya kolam sidat, diantaranya adalah :
  • Ikan Sidat tidak berbau tanah
  • Temperatur air stabil
  • Mudah dalam memanen
  • Biaya pembuatan kolam terpal lebih rendah
  • Mudah dibersihkan

Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung

Selain fakta-fakta di atas perlu dipahami manajemen pakan dan manajemen kesehatan ikan sidat. Hal ini sebagai bahan analisa keuntungan budidaya Sidat yang akan anda peroleh nantinya setelah panen.

1. Manjemen Pakan
Makanan yang biasa diberikan pada budidaya ikan sidat adalah sebagai berikut :
  • Cacing tanah
  • Kepiting hidup
  • Udang hidup
  • Pelet ukuran 1 ml
  • Pakan buatan dengan nutrisi tinggi

Kemudian untuk menjaga kestabilan dan kulaitas air perlu ditambahkan pupuk ton. Pupuk ini nantinya akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami dari ikan sidat ini.

2. Manajemen Kesehatan Ikan
Agar keuntungan yang didapatkan melalui budidaya ikan sidat melimpah perlu dijaga dan diperhatikan kesehatan ikan sidat. Pada dasarnya ikan ini tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Ikan sidat bisa terpapar penyakit apabila kondisi air jelek dan kotor. Karena air yang tidak bersih akan memudahkan percepatan tumbuhnya penyakit seperti jamur dan bakteri. Jadi selalu menjaga kebersihan air kolam akan sangat membantu kesehatan ikan sidat

Setalah dipahami dan diketahui tentang tata cara, tips berbudidaya ikan sidat dengan benar-benar, kemudian hitung-hitungan analisa keuntungan budidaya Sidat yang akan diperoleh saat melaukan panen. Analisanya adalah meliputi biaya investasi, biaya operasional dan biaya variabel.

Biaya investasi detailnya adalah sebagai berikut ini :
  • Pengadaan bibit
  • Selang
  • Timba dan paralon
  • Drim
  • Jaring
  • Terpal
  • Wadah dan jerigen
  • Pompa air
  • Konstruksi kolam
  • Sewa lahan
  • Alat pembersih kolam

Analisa Keuntungan Budidaya Sidat, Benar-benar Untung atau Buntung
Dari semua item-item di atas ditemukan estimasi biaya investasi sebesar Rp8.247.800,- kemudian biaya operasional tiap bulan meliputi penyusutan benih dan barang-barang juga gaji karyawan diasumsikan sebesar Rp1.686.194,-. Setelah ditemukan biaya operasional maka selanjutnya menganalisa biaya variabel yang berupa pakan, pupuk, vitamin, obat-obatan, biaya kemas/angkut dan biaya listrik dan air maka ditemukan harga sebesar Rp8.509.800,-. Jadi total biaya operasional per bulan adalah Rp10.195.994,-.

Jika diasumsikan per hari dapat menghasilkan ikan sidat 10 kilo dan harga per kilo sekitar Rp45.000,- maka sebulan bisa menjual 300 kilo X Rp45.000,- hasilnya adalah Rp13.500.000,-. Jadi untungnya perbulan adalah Rp13.500.000 dikurangi biaya operasional bulanan Rp10.195.994,- hasilnya untung Rp3.304.006,-

Demikianlah serangkaian tips jitu dilengkapi dengan analisa keuntungan budidaya Sidat yang pastinya bisa anda pertimbangkan sebagai referensi sukses dalam usaha anda. Salam semangat selalu ya!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel